Judul :  Behind The Stigma Episode “Screaming in Silent”
Nama : Ketut Yusticia Devani
Tahun Produksi : 2021
Format : Program Dokumenter Televisi

Sinopsis

Program “Behind the Stigma” adalah program dokumenter televisi berdurasi 30 menit yang memberikan edukasi dan informasi hal-hal tentang gangguan kejiwaan dan stigma yang diberikan oleh orang dengan gangguan kejiwaan yang telah ada selama berapa tahun lamanya. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang minim edukasi terhadap gangguan kejiwaan dan terlanjur sudah membuat sebuah stigma yang sangat negatif serta membuat pemahaman yang salah khususnya kepada orang dengan gangguan jiwa. Secara garis besar, tema besar seluruh episode adalah membahas mengenai gangguan kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa yang ada dan stigma didalamnya.
Pada episode “Screaming in Silent” ini bercerita tentang seorang dengan gangguan jiwa depresi. Depresi klinis atau MDD ini merupakan depresi yang mengalami gejala depresi hampir sepanjang hari, hampir setiap hari selama minimal 2 minggu yang mengganggu kemampuan untuk bekerja, tidur, belajar, makan, dan menikmati hidup. Kisah pengalaman gangguan kejiwaan dan stigma yang dialami akan diceritakan dari pengalaman sendiri oleh Kadek Indira Dharmagopta, seorang laki-laki berumur 26 tahun yang sekarang sedang bertempat tinggal di rumah orang tuanya di Pontianak, Kalimantan Barat. Kadek memiliki gangguan kejiwaan atau gangguan mental major depressive disorder (MDD) atau clinical depression atau depresi klinis. Depresi yang ia alami sudah lama semenjak ia terbilang masih sangat muda. Selain itu, ia memiliki kecemasan berlebihan atau arti dalam medis (anxiety). Episode inilah bercerita tentang Perjalanan kisah hidupnya melewati masa depresi dan menghadapi stigma di Indonesia.

Judul :  Foodfluencer
Nama : Mayangsari Putri
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Foodgram menjadi dalang dibalik majunya wisata kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta. Foodgram sendiri ialah sebuah entitas atau seseorang dibalik sebuah akun influencer kuliner. Foodgram meliput dan membuat konten review kuliner dalam bentuk foto atau video lalu menginformasikannya via instagram sehingga promosi foodgram dapat menjangkau siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Banyak juga fakta menarik dibalik profesi foodgram dan cerita dari pemilik usaha kuliner yang merasa terbantu oleh manfaat komplex yang dihasilkan foodgram sehingga foodgram digadang-gadang sebagai promotor utama kuliner di Yogyakarta dan menjadi salah satu tools marketing promosi kuliner saat ini.

Judul :  121 KM
Nama : Maria Fransisca Intan Kilapong
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Perasaan schadenfreude merupakan perasaan senang ketika melihat orang lain tertimpa masalah, karakter Hendro dalam film 121 KM mengalami perasaan schadenfreude saat ia mengetahui masalah yang terjadi pada orang lain. Perasaan schadenfreude itu sendiri merupakan perasaan yang sering dialami oleh manusia, oleh karena itu peran akting sangat penting, sebagai sarana penyampaian perasaan kepada penonton.
Menyutradarai pemain dalam sebuah film tidak hanya berbasis oleh skenario saja, sutradara dan aktor harus bekerja sama demi memberikan hasil yang maksimal. Peran diskusi antar sutradara dan pemain mengenai tiga dimensi karakter dan halaman nol skenario sangatlah penting, oleh karena itu metode akting realis dipilih karena menyajikan sikap dan laku manusia umum melalui jiwa-tubuh- intelektual diri aktor, yang akan mempresentasikan mimik, gestur, dan emosi dari perasaan schadenfreude, sehingga terciptalah skripsi mengenai “Membangun Perasaan Schadenfreude Melalui Akting Realis Dalam Penyutradaraan Film Fiksi Berjudul “121 KM”.
Selain menciptakan sebuah karya film pendek yang menampilkan perasaan schadenfreude melalui akting realis, tujuan terciptanya karya ini adalah menampilkan perasaan schadenfreude yang jarang dibahas melalui film pendek. Adapun manfaat dari karya ini sebagai referensi keilmuwan penyutradaraan film menggunakan akting realis.

Judul :  “Pemmesi” Nelayan Tradisional Suku Bajau
Nama : Muhammad Mulyadi
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

“Pemmesi” atau nelayan merupakan sebuah rutinitas yang menjadi mata pencarian suku Bajau Samma di Tanjung Batu kepulauan Derawan. Pemessi meceritakan perjuangan Pak Kambacong sebagai nelayan tradisional Bajau Samma dalam menangkap ikan di laut kepulauan Derawan, Pak Kambacong mengadu nasib dengan hasil tangkapnya di laut dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, tidak jarang hasil tangkap Pak Kambacong tidak sesuai dengan yang diharapkan, salah satu penyebabnya adalah rusaknya ekosistem laut oleh tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Judul :  Tugas Akhir
Nama : Fauzan Kurnia Muttaqin
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Film fiksi mempunyai empat tembok imajiner yang menjadi ruang suatu peristiwa cerita terjadi. Konvensi tembok ke empat yang menjadi batasan antara dimensi film dan penonton pada umumnya sangat tabu untuk dilanggar sebab akan mengganggu atau menginterupsi cerita. Melanggar tembok ke empat adalah konsep dimana seorang aktor di dalam dunia cerita sadar atas kehadiran penonton lalu melakukan interaksi langsung melalui lensa.
Karya film “Tugas Akhir” mengangkat sebuah potongan kisah tentang fase penting di dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Kematian adalah keniscayaan yang pasti akan dijumpai oleh setiap yang bernyawa. Namun pembicaraan soal kematian pada sebagian besar masyarakat adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Kisah tersebut diceritakan melalui tokoh Mustafa yang sangat menanti kematiannya untuk bisa berkumpul lagi bersama istri dan Anaknya. Mustafa adalah seorang penyintas bencana gempa bumi disertai likuifaksi di Palu dan harus terpisah dari istri dan anaknya.
Konsep breaking the fourth wall bertujuan untuk menunjang keberhasilan cerita agar tersampaikan kepada penonton. Penonton dapat memahami karakter secara lebih intim sebab terjadinya interaksi langsung lewat mata ke mata, sehingga terbangun koneksi dan simpatik penonton kepada tokoh Mustafa di dalam film. Penciptaan karya film ini didukung oleh pengadeganan yaitu kedalaman karakter dan aspek sinematografi yakni konsep komposisi simetris untuk membangun situasi konflik tokoh.

Judul :  Wildlife Rescue
Nama : Eka Prasasti Aprilianti
Tahun Produksi : 2021
Format : Program Televisi

Sinopsis

Penciptaan program dokumenter televisi berjudul “Wildlife Rescue” dengan Gaya Expository merupakan program televisi format dokumenter lepas tanpa episode yang bercerita tentang salah satu lembaga konservasi satwa bernama Wildlife Rescue Centre Jogja. Dokumenter televisi ini mengulas dan menyajikan fakta mengenai peran penting Lembaga Konservasi dalam merehabilitasi satwa. Tahapan-tahapan proses rehabilitasi satwa ditengah sulitnya pendanaan akibat kondisi Pandemi Covid-19 membuat WRC Jogja terancam ditutup. Walaupun demikian, mereka tetap mengupayakan proses rehabilitasi, translokasi dan pelepasliaran satwa ke habitat aslinya.
Program dokumenter televisi ini dikemas menggunakan gaya expository yang bertujuan menyampaikan pesan secara informatif dan deskriptif. Penyajian fakta dan data dikemas menggunakan narasi teks maupun suara (voice over), serta archival footage seperti foto, film footage, gambar, dan sebagainya, dengan maksud agar lebih mudah dipahami.

Judul :  Lagula
Nama : Ridho Andy Fadillah
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Lagula merupakan band rock atau pop punk yang masih menjadi band reguler dengan membawakan lagu musisi lain dari panggung-ke panggung. Suatu pagi di dalam basecamp Lagula mereka mendapatkan email dari sebuah label musik untuk mengajak kerjasama Lagula dengan catatan harus mengirim lagu orisinal mereka. Kavi yang merupakan frontman atau juga seorang vokalis serta gitaris ini sangat setuju dan ingin bisa menerima tawaran kerjasama dari label agar cita-citanya punya panggung besar, album, serta banyak penggemar bisa terwujud. Hal tersebut didukung kakaknya Moli yang merupakan manajer dari band ini serta Usha yang merupakan bassist dalam band yang diam-diam menyukai Kavi dan memiliki lagunya sendiri. Drummer mereka yaitu Evan awalnya merasa ragu karena dia tahu jika Dipta yang merupakan keyboardist mereka tidak akan setuju dengan adanya label karena skeptis akan banyak diatur dan diacak-acak.

Judul :  Lagula
Nama : Agathia Yagra Permana
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Lagula merupakan band rock atau pop punk yang masih menjadi band reguler dengan membawakan lagu musisi lain dari panggung-ke panggung. Suatu pagi di dalam basecamp Lagula mereka mendapatkan email dari sebuah label musik untuk mengajak kerjasama Lagula dengan catatan harus mengirim lagu orisinal mereka. Kavi yang merupakan frontman atau juga seorang vokalis serta gitaris ini sangat setuju dan ingin bisa menerima tawaran kerjasama dari label agar cita-citanya punya panggung besar, album, serta banyak penggemar bisa terwujud. Hal tersebut didukung kakaknya Moli yang merupakan manajer dari band ini serta Usha yang merupakan bassist dalam band yang diam-diam menyukai Kavi dan memiliki lagunya sendiri. Drummer mereka yaitu Evan awalnya merasa ragu karena dia tahu jika Dipta yang merupakan keyboardist mereka tidak akan setuju dengan adanya label karena skeptis akan banyak diatur dan diacak-acak.

Judul :  Kesenian Tarsul
Nama : Gilang Ramadhan
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Tarsul merupakan sastra tutur khas suku kutai yang sering dijumpai pada acara pernikahan suku kutai dan bekhatam Al-Quran karna memiliki nilai ritual pada syair yang berisi doa dan harapan. dengan perkembangan zaman semakin minimnya terlihat tarsul di berbagai acara pernikahan dan berkhatam al-quran , dinas pariwisata kutai kartanegara berupaya untuk melestarikan tarsul agar tetap adanya yaitu dengan cara mengadakan sebuah lomba beTarsulan disetiap acara tahunan diKota Raja seperti acara adat Erau dan Festival kota raja (FKR). Dengan mengajak kaum milenial sebagai peserta lomba tersebut.

Judul :  Jodoh Dari Tuhan
Nama : Reski Maulana
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berpasang-pasangan. Menikah adalah suatu kewajiban yang dilakukan manusia untuk memiliki keturunan yang sah secara agama dan hukum. Di zaman sekarang orang-orang dewasa merasa kesulitan dengan mencari pasangan yang memiliki niatan yang serius untuk menikah. Banyak pasangan yang telah lama berpacaran namun banyak yang harus berpisah ataupun pasangan tersebut menikah dengan orang lain. Ta’aruf dapat menjadi solusi untuk orang-orang yang siap untuk menikah menemukan jodohnya. Walaupun ta’aruf dianggap cara yang kuno bagi orang-orang di zaman sekarang, namun ta’aruf terbukti efektif dalam mendapatkan jodoh bagi yang melakukannya seperti yang dilakukan oleh Muhammad Azhar dan Ustad Hamid dalam mencari jodoh.

Judul :  Nipah
Nama : Riandiani Nur Amalia
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Sebagian besar peduduk Kampung Ketupat yang bermata pencaharian sebagai pengrajin ketupat yang berada di Bantaran Sungai Mahakam, pendatang maupun penduduk lama yaitu sejak abad ke-19. Dengan hanya bermodalkan daun Nipah yang menjadi bahan utama dalam pembuatan ketupat ini, Sebagian besar pengrajin ketupat ialah perempuan yaitu Ibu rumah tangga, karena menurut masyarakat kampung pekerjaan sebagai pengrajin sudah menjadi kebudayaan turun – menurun sehingga para ibu rumah tangga bisa menyambi untuk mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga. Tak sekedar hanya membuat olahan ketupat, tetapi juga sebagai pengrajin yang bertekad untuk tetap menjaga warisan budaya turun – menurun yang telah lahir dari tetua mereka, dan terus menjaga dan memperkenalkan Kampung Ketupat dengan segala kendala dan keterbatasan yang dihadapi para pengrajin.

Judul :  Arah Tinggal
Nama : Norjanah
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Rodi dan Nohan merupakan seorang ayah dan anak, keduanya memiliki hubungan yang
renggang akibat masa lalu mereka. Nohan (24 tahun), seorang fresh graduate dari sebuah kampus swasta di Kalimantan. Suatu hari Nohan menjadi salah satu dari karyawan yang harus di PHK karena pandemi. Hal itu membuat Nohan sangat bingung karena kebutuhan hidup dan sulitnya mencari lapangan kerja. Rodi (52 tahun), kini hidup sebatang kara dan memilih kembali menetap dikampung semenjak kematian istrinya. Nohan yang tak lagi memiliki pilihan terpaksa harus pulang dan bertemu ayahnya Rodi, Nohan berjalan melewati jalanan kampung, dan meyakinkan dirinya bahwa siap bertemu ayahnya. Nohan kemudian bertemu Ayahnya, Ayahnya tampak senang namun canggung, namun Nohan terkesan cuek menanggapi Ayahnya.

Judul :  Arah Tinggal
Nama : Rahmat Firmansyah
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Rodi dan Nohan merupakan seorang ayah dan anak, keduanya memiliki hubungan yang
renggang akibat masa lalu mereka. Nohan (24 tahun), seorang fresh graduate dari sebuah kampus swasta di Kalimantan. Suatu hari Nohan menjadi salah satu dari karyawan yang harus di PHK karena pandemi. Hal itu membuat Nohan sangat bingung karena kebutuhan hidup dan sulitnya mencari lapangan kerja. Rodi (52 tahun), kini hidup sebatang kara dan memilih kembali menetap dikampung semenjak kematian istrinya. Nohan yang tak lagi memiliki pilihan terpaksa harus pulang dan bertemu ayahnya Rodi, Nohan berjalan melewati jalanan kampung, dan meyakinkan dirinya bahwa siap bertemu ayahnya. Nohan kemudian bertemu Ayahnya, Ayahnya tampak senang namun canggung, namun Nohan terkesan cuek menanggapi Ayahnya.

Judul :  Arah Tinggal
Nama : Donny Setiawan
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Rodi dan Nohan merupakan seorang ayah dan anak, keduanya memiliki hubungan yang
renggang akibat masa lalu mereka. Nohan (24 tahun), seorang fresh graduate dari sebuah kampus swasta di Kalimantan. Suatu hari Nohan menjadi salah satu dari karyawan yang harus di PHK karena pandemi. Hal itu membuat Nohan sangat bingung karena kebutuhan hidup dan sulitnya mencari lapangan kerja. Rodi (52 tahun), kini hidup sebatang kara dan memilih kembali menetap dikampung semenjak kematian istrinya. Nohan yang tak lagi memiliki pilihan terpaksa harus pulang dan bertemu ayahnya Rodi, Nohan berjalan melewati jalanan kampung, dan meyakinkan dirinya bahwa siap bertemu ayahnya. Nohan kemudian bertemu Ayahnya, Ayahnya tampak senang namun canggung, namun Nohan terkesan cuek menanggapi Ayahnya.

Judul :  Menari Dalam Sepi
Nama : Muhammad Fikri Irwanda
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Seorang perempuan bernama Ara, seorang penari berbakat, ia punya mimpi untuk bisa menjadi seorang penari hebat seperti ibunya dan berpikiran untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah tari, pada suatu kompetisi Ara meminta kehadiran ibu dan ayahnya untuk menyaksikan penampilannya. Sang ibu yang waktu itu sibuk bekerja tetap berusaha datang untuk menyaksikan Ara, sayangnya sampai pentas berakhir Ara tak melihat kehadiran ibunya. Sang ibu mengalami kecelakaan karna terburu-buru.
Setelah kematian ibunya Ara merasa dirinya yang salah sudah memaksa ibunya untuk datang ke pentas tarinya dan memutuskan untuk tidak akan menari lagi, Ara memiliki sosok ayah yang baik selalu ada di sampingnya di saat Ara teringat kejadian yang menimpa ibunya, ayah sosok orang yang akan membantu Ara lepas dari rasa bersalahnya.

Judul :  Menari Dalam Sepi
Nama : Wahyu Septiadi Wardianto
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Menceritakan seorang perempuan bernama ara, seorang penari berbakat, ia punya mimpi untuk bisa menjadi seorang penari dan melanjutkan pendidikannya di sekolah tari, pada suatu kompetisi ara meminta kehadiran ibu dan ayahnya untuk menyaksikan penampilannya. Sang ibu yang waktu itu sibuk bekerja tetap berusaha datang untuk menyaksikan ara, sayangnya sampai pentas berkahir ara tak melihat kehadiran ibunya. Sang ibu mengalami kecelakaan karna terburu-buru, setelah kematian ibunya ara merasa dirinya yang salah sudah memaksa ibunya untuk datang ke pentas tarinya dan memutuskan untuk tidak akan menari lagi, ara memiliki sosok ayah yang baik selalu ada di samping ara di saat dirinya yang teringat kejadian yang menimpa ibunya, ayah sosok orang yang akan membantu ara lepas dari rasa bersalahnya.

Judul :  Aku Menyanyi
Nama : Kusuma Habibah
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Gita adalah seorang gadis lumpuh yang harus merelakan cita-citanya menjadi penari karena ia tidak dapat berjalan lagi. Ia bermimpi ia dapat bernyanyi dan menari bersama teman-temannya, namun ketika terbangun ia menyadari kenyataan bahwa ia tidak dapat berjalan dan hanya mampu duduk dikursi roda. Ibunya senantiasa membantu dan menyemangatiya untuk memulai hari. Namun Gita tetap merasa sedih karena tidak dapat berjalan.
Suatu ketika Ibunya berjualan ikan asin didepan rumah, Gita pun ditinggal sendirian diteras rumah, yang dilakukan Gita hanya duduk dan memperhatikan Ibunya yang sedang berjualan. Namun kemudian handphone Ibunya didalam rumah berdering diatas lemari. Gita berkhayal dapat berjalan dan mengambil handphone Ibunya, kemudian ia pun berjalan keluar rumah dengan keadaan dapat berjalan dan berlari dengan bebas. Ia menelusuri jalanan desa dan pantai. Namun ketika kesadarannya kembali memperlihatkan kenyataan ia hanyalah gadis yang hanya duduk di kursi roda, ia pun merasa sedih.

Judul :  Fashionpedia
Nama : Erika Aulia Zakia Mirna
Tahun Produksi : 2021
Format : Program TV

Sinopsis

Fashionpedia adalah sebuah program magazine show berdurasi 30 menit yang memberikan informasi mengenai dunia mode serta tokoh inspiratif di bidang mode dan batik.

Judul :  Tangan di Atas
Nama : Ferdi Suwandi
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Muhammad Ilham seorang penyandang difabel yang telah kehilangan istri tercintanya 1.5 tahun lalu akibat kanker usus. Kini Ilham harus hidup sebatang kara di sebuah kontrakan kecil yang berada di Kota Samarinda. Memiliki keterbatasan tidak membuat Ilham menjual belas kasihan orang lain, justru keterbatasan yang dimilikinya menjadikan dirinya sosok yang inspiratif dengan berjualan es krim sebagai penyambung hidup, tidak lupa juga menyisihkan hasil pendapatannya untuk panti asuhan. Usianya yang senja Pak Ilham masih saja bercita-cita membuat sebuah rumah singgah anak yatim dan difabel.

Judul :  Dari Kejahuan Yang Dekat
Nama : Ariesta Maulina Safitri
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Adit (25) duduk di sebuah angkringan pinggir sungai. Terlihat Adit menatap ke arah sungai dengan tatapan kosong. Sesekali ia memejamkan mata, sambil menghembuskan asap rokoknya dengan perlahan; memainkan bara api rokok dengan telunjuknya yang terlihat disengaja. Adit mengambil telepon genggamnya dan membuka aplikasi pemutar musik, kemudian membuka daftar putar berjudul “Tia” . Headset yang ia kenakan memutar sebuah lagu di daftar putar tersebut.
Adit berada di atas motornya yang berjalan tak terlalu kencang. Suasana jalanan terlihat ramai lancar. Berharap dapat menenangkan hati dan pikirannya, Adit malah dihadapkan dengan kejadian-kejadian yang membuatnya kembali mengingat kejadian masa lalu. Rasa bersalah dan penyesalan muncul bersamaan selama perjalanan. Harapan untuk menenangkan diri tidak pernah tercapai dan perasaan-perasaan serta trauma masa lalu tidak pernah selesai.

Judul :  Kakek Hutan
Nama : Muchtar ahmad
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Karya Tugas Akhir penyutradaraan dokumenter potret Kakek Hutan adalah sebuah karya film dengan format dokumenter. Film dokumenter adalah film yang mempresentasikan fakta sesuai kenyataan. Film Dokumenter ini mengangkat kisah perjuangan kakek Suhendri dalam mempertahankan hutan miliknya dan mengajarkan betapa pentingnya menjaga lingkungan hidup. Lokasi hutan milik kakek Suhendri berada di Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Penerapan genre potret untuk mengambil sisi human interest dan inspiratif yang didapatkan dari penuturan dari kakek Suhendri. Usia kakek sudah dibilang tidak muda lagi, namun tidak menghalangi semangat kakek dalam merawat dan menjaga hutan. Kakek Suhendri hanyalah seorang diri dalam merawat hutan yang telah dia rawat.
Film ini diceritakan dengan struktur kronologis dari awal sejarah terbentuknya hutan sampai pesan terhadap anak-anak muda yang akan meneruskan perjuangan seperti kakek Suhendri. Kakek Suhendri sendiri mengharapkan regenerasi itu ada walaupun kenyataan sekarang anak muda jarang yang mau peduli. Kepedulian dari anak muda dan instansi terkait sangat diharapkan agar hutan dan lingkungan ini tetap dilestarikan.
Kesimpulan dari penciptaan film dokumenter Kakek Hutan, Sutradara ingin menyampaikan kepada penonton dalam film dokumenter Kakek Hutan dengan genre potret bahwa dalam film ini mengajarkan betapa pentingnya merawat dan melestarikan lingkungan, sehingga film ini dibuat dan dapat menginspirasi bagi kalangan muda untuk bisa mengikuti jejak Kakek Suhendri

Judul :  BHINNEKA INDONESIA – Episode Batik Plumpungan identitas Kota Salatiga
Nama : Shonia Jalaba Fahruria Suyanto
Tahun Produksi : 2021
Format : Program Televisi

Sinopsis

Bhinneka Indonesia adalah sebuah program televisi dengan format feature yang memperkenalkan dan menggali informasi mengenai kebudayaan di Indonesia yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan terdiri dari pulau-pulau dan juga Indonesia memiliki banyak sekali kebudayaan dari berbagai suku daerah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia itu sendiri.
Batik menjadi motif kain yang identik dengan Indonesia. Di setiap daerah pasti memiliki ciri motif tersendiri termasuk dengan Kota Salatiga. Batik Plumpungan adalah motif batik pertama yang diciptakan oleh warga Salatiga yaitu Bapak Bambang Pamulardi. Motif batik ini terinspirasi dari Prasasti Plumpungan, yaitu prasasti bersejarah yang isinya menceritakan asal-usul Kota Salatiga. Pada episode kali ini akan membahas mengenai Batik Plumpungan. Dengan format feature dan gaya ekspositori dimana informasi disampaikan langsung oleh para narasumber dan disajikan dengan ringan. Diharapkan setelah menonton program acara ini masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai kebudayaan di Indonesia yang belum diketahui dan bangga akan kebudayaan tersebut.

Judul :  Tanda Merah
Nama : Miftachul Arifin
Tahun Produksi : 2021

Format: Skenario

Sinopsis

Sapta, anak semata wayang sepeninggalan sang ayah dalam tragedi kebakaran. Ia hanya hidup berdua dengan ibunya. Sapta berkelainan tidak bisa merasakan sakit dan sisi psikis negatif yang memicu kekuatan elemen api. Bermula dari kebakaran itu, orang-orang menjauhinya. Hingga kedatangan Gamma sebagai guru bagi anak-anak seperti Sapta. Gamma menyodorkan selembar kertas bergambar sama dengan tanda merah di punggung Sapta. Sayangnya Ibu Sapta terlalu protektif. Sapta penasaran dengan lembaran kertas itu, namun dia malah terlempar ke Apeiron dan bertemu Gamma.
Gamma mengajaknya ke markas dan bertemu anak-anak dengan keunikan lain seperti dirinya. Sapta sering kabur dari jadwal latihan bersama, sehingga melahirkan banyak konflik denga teman-temannya. Gamma yang ingin melatih kerja sama murid-muridnya menjadi kesulitan. Perselisihan Sapta dengan teman-temannya menemui pelajaran penting, ketika kegemparan yang melanda markas malah mengorbankan kesehatan Gamma. Bahkan mereka melakukan kesalahan dua kali, hingga akhirnya Gamma meninggal dan menandai kepulangan Sapta.
Kepulangan Sapta ke Bumi disambut banyak perubahan. Mulai dari kehilangan kekuatan, rumah terbengkalai, pembangunan kota besar, hingga ketiadaan ibunya. Tidak ada satu pun warga sekitar yang mengenali mereka berdua. Sapta nyaris terpuruk, jika tak diselamatkan oleh pesan-pesan dari Gamma dan keenam temannya. Usai mengingat hal-hal penting, kekuatannya kembali bahkan sekaligus kemampuan regenerasinya berhasil terwujud. Dengan bantuan rencana dari Gamma dan counter dari teman-teman Sapta, Sapta mampu kembali ke saat sebelum ia terlempar ke Apeiron. Sedangkan sang ibu tidak mengetahui apa pun selain menganggapnya hanya pergi selama kurang dari sehari.

Judul :  Senandika Lara
Nama : Sisca Nusi Wiandri
Tahun Produksi : 2021

Format: Skenario

Sinopsis

Lara, seorang gadis 23 tahun yang tumbuh hanya dengan kasih sayang seorang ayah. Ingatan tentang sosok ibu yang meninggalkannya saat kecil membuat Lara tidak percaya akan cinta dalam ikatan pernikahan. Lara yang tidak ingin menikah dan hanya ingin hidup untuk menjaga ayahnya suatu hari harus menghadapi kematian sang ayah karena Covid-19. Penyesalan karena tidak dapat memenuhi keinginan sang ayah untuk menikah, perasaan bersalah karena tidak dapat merawat ayahnya, dan sebuah fakta yang baru terungkap tentang penyebab traumanya, membuat Lara sulit untuk merelakan.

Judul :  Sebuah Kelahiran
Nama : Vera Dwi Safitri
Tahun Produksi : 2021

Format: Skenario

Sinopsis

Pada tahun 1999 lahir seorang anak perempuan bernama Malina Karisma Putri dibalik pintu rumah Nini. Ia adalah anak dari Halimah dan Junaidi yang berpisah sebelum kelahirannya, lalu sang ibu pun pergi ke luar kota untuk mencari nafkah bersama anak pertama. Malina begitu panggilannya, tinggal bersama Nini sejak ia kecil hingga dewasa. Hingga suatu ketika, ia dijemput Halimah dan akhirnya mereka tinggal bersama, namun terjadi permasalahan yang membuat Malina memilih menjauh dari ibu dan kakaknya. Malina pergi merantau dan mencari Junaidi, tetapi tidak juga mampu menyelesaikan masalah keluarga mereka. Atas pembelajaran hidup yang telah didapatnya, Malina memilih untuk memaafkan dan berdamai dengan dirinya sendiri.

Judul :  Rukun Hirup
Nama : Reni Fahzia
Tahun Produksi : 2021

Format: Skenario

Sinopsis

Skenario ini mengangkat tentang kisah adat pernikahan Suku Baduy, yang tidak memperbolehkan menikah dengan warga di luar Suku Baduy. Skenario ini dibuat dengan tujuan selain memperkenalkan adat istiadat dan kebudayaan Suku Baduy seperti Tradisi Ngaseuk yaitu tradisi panen masyarakat Baduy, Tarian Ngalage yaitu tarian pada saat prosesi Ngaseuk, dan juga menceritakan tentang jembatan akar yang sangat fenomenal di kawasan Baduy. Dari semua hal tersebut, dalam suku Baduy dikenal umum dengan istilah Rukun Hirup, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan adat istiadat yang digunakan sebagai pegangan hidup masyarakat Baduy dari zaman nenek moyang hingga saat ini. Skenario ini juga ingin menyampaikan pesan tentang arti cinta yang semestinya, yang terlahir secara alami dari manusia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Objek penciptaan karya seni ini adalah Rukun Hirup adat pernikahan Suku Baduy, yang menerapkan alur mundur sebagai pemantik atau sebab terjadinya konflik batin yang dirasakan oleh tokoh utama. Konflik batin dalam skenario ini berupa kebimbangan, keresahan, dan juga frustasi yang dialami tokoh utama yang disebabkan atas kisah masa lalunya.
Konflik batin yang digunakan pada skenario diungkapkan melalui ekspresi, adegan, dan dialog yang diucapkan oleh pihak kedua tokoh utama.i.

Judul :  Untuk, R
Nama : Traska Tynita
Tahun Produksi : 2021

Format: Skenario

Sinopsis

Andaru (28 tahun) adalah seorang karyawan biasa yang memiliki gangguan berbicara cadel. Ia masih belum menikah karena baru sekali jatuh cinta sejak SMP. Cadel yang dimilikinya itu membuatnya tidak terlalu percaya diri sehingga sulit mendekati perempuan, padahal parasnya cukup tampan. Di balik itu, diperlihatkan juga bahwa Ibu (56 tahun) sudah begitu ingin punya menantu. Andaru sering kali dinasehati agar segera mendapatkan calon istri. Ibunya merupakan janda yang ditingga mati suaminya tahun 2003.
Di tongkrongan Andaru juga sering dirundung. Sedari kecil Andaru terbiasa dirundung teman-temannya yang bernama Roy, Deri dan Johan mengenai gangguan berbicara cadelnya itu, namun perundungan itu bertambah ketika teman-temannya satu-persatu mendapatkan pasangan hidup. Andaru langsung mengungkapkan cintanya kepada wanita pujaannya dari masa sekolah menengah pertama tahun 2003 yang bernama Rara. Setelah Rara mempersilakan melamar, Andaru segera merencanakan kedatangannya ke rumah Rara. Sehari sebelum lamaran, Andaru datang ke makam ayahnya, untuk meminta doa. Hari lamaran pun tiba, namun nasib malang menimpanya kembali karena cadelnya itu. Lamarannya ditolak karena Andaru tidak bisa melantunkan Al-fatihah dengan pelafalan yang benar. Penolakan itu merupakan hal yang besar untuk Andaru, dan hari itu sangat membuat Andaru patah hati.
Andaru marah dan sedih di area danau, yang mana merupakan tempat favoritnya untuk bersedih sejak SMP. Hingga terbesit penyesalan di masa lalu yang ingin ia rubah. Di sela-sela kesedihannya, ia malah ingin buang air besar. Ia pergi ke ke toilet area danau. Ketika Andaru selesai menyiramnya, tiba-tiba terdapat suara geledek yang sangat besar. Itulah detik saat ia kembali ke masa lalu, namun Andaru belum menyadarinya hingga ia menemukan keanehan dari jalanan kota, yang kembali ke tahun 2003. Andaru panik sejadi-jadinya. Namun ia menemukan dirinya saat masih SMP sedang berjalan sendirian.
Andaru memberanikan diri bicara pada Andaru muda. Andaru muda setuju untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan agar dapat memperbaiki masa lalu mereka untuk menyembuhkan cadel itu dengan operasi. Meskipun Andaru bisa operasi saat masa sekarang, Andaru memiliki keinginan agar ia tidak menjadi bulan-bulanan lagi saat pertemuan dengan alumni sekolah. Andaru dewasa ingin menghapus citranya sebagai orang yang memiliki gangguan berbicara cadel. Disana Andaru mencari kerja agar dapat mengumpulkan uang dan dapat membawa Andaru muda untuk operasi secara diam-diam karena ibu andaru muda berpikir tidak perlu operasi ke dokter karena ada metode alternatif yang bisa dilakukan, hingga melarang Andaru muda untuk melakukan operasi.
Usaha yang dilakukan Ibu Andaru muda adalah melakukan mitos-mitos untuk menyembuhkan orang cadel, Andaru juga disuruh mengikuti kegiatan tersebut karena Andaru saat di masa 2003 ia tinggal bersama Andaru muda, karena tinggal di rumah Andaru muda dengan menggesekkan koin ke lidah, menggunakan daun sirih yang di tepuk ke lidah, berteriak di kolam renang dan segala cara aneh yang diharapkan oleh Ibu Andaru muda dapat membetulkan cadel. Andaru muda selalu menuruti dengan setengah hati dan Andaru juga merasa dirinya akan gagal menjalankan misinya karena Andaru tak juga lekas mendapat pekerjaan, sehingga ia tega mengambil uang milik Ibu Andaru muda untuk melakukan operasi bersama Andaru muda. Andaru lalu dikatakan pencuri oleh Ibu Andaru muda. Andaru Akhirnya memutuskan untuk pulang ke tahun 2019 karena ia merasa gagal. Namun Andaru muda menyemangatinya agar tidak menyerah.
Sampai tiba waktunya Andaru untuk benar-benar pulang ke tahun 2019, saat itu Andaru muda sedang di kelas dan ia merasa bahwa ia mulai bisa menggetarkan lidahnya karena angin yg ia buat dalam mulutnya. Andaru muda senang sekali dan ingin segera memberi tahu kabar itu ke Andaru. Cara itu mulai berhasil, Andaru muda sedikit sedikit mulai bisa menyebutkan R karena latihan terus dan memulainya dari menyebutkan nama Rara berulang-ulang, setelah bisa, ia membuatnya menjadi kalimat.
Selama Andaru muda latihan, pelafalan R Andaru dewasa juga berangsur-angsur membaik tanpa ia lakukan apa-apa. Andaru dapat pulang ke tahun 2019 dengan tenang.
Kembalilah ia akhirnya ke tahun 2019 di toilet itu. Andaru keluar dari toilet itu. Saat kembali ke tahun 2019, ponsel Andaru kembali berfungsi dan berbunyi pesan masuk. Rara memberikan pesan bahwa Andaru diundang kembali ke rumahnya besok pagi. Sesampainya di rumah, Andaru bertemu dengam Bambang yang masih hidup.
Andaru lalu datang ke rumah Rara, tenyata Bapak Rara berubah pikiran dan menerima lamaran Andaru, kemudian Andaru dan Rara melangsungkan pernikahan.

Judul :  Patak
Nama : Widiya
Tahun Produksi : 2021

Format: Skenario

Sinopsis

Hajer, yang baru saja menikah, mendapat kabar baik dan buruk. Kabar baiknya, ia akan segera mengandung. Kabar buruknya, anaknya tak hidup lama, hanya hidup hingga usia 2 tahun dan meninggal di air. Mendengar kabar tersebut, membuat Hajer sangat khawatir terlebih ketika sang anak diketahui mempunyai patak air pada usia 3 tahun. Hajer mencoba mengobati patak anaknya namun ditentang oleh Musri suaminya yang menganggap kalau itu hanyalah mitos. Namun, Hajer mengalami kesulitan ketika mengetahui anaknya yang saat itu berusia 4 tahun hilang dan tak ada siapapun yang tahu dan melihat.

Judul : Komparasi Format Penyajian Program TV Bergenre Reality Show pada “86” NET TV dan “The Police” Trans 7 Ditinjau dari Format Acara, Editing, Audio, Tata Cahaya dan Pergerakan Kamera (Periode 2020)
Nama : Annisa Fitriani
Tahun Produksi : 2021

Abstrak

Perkembangan media komunikasi begitu pesat apalagi di tengah pandemi virus corona, media begitu digemari sebagai alternatif mencari hiburan, informasi maupun pendidikan. Salah satunya ialah televisi, kompetisi untuk meraih minat penonton agar mendapatkan keuntungan pada setiap stasiun televisi mengakibatkan program – program televisi memiliki kesamaan pada program populer terlebih dahulu. Pada penelitian berjudul “Komparasi Format Penyajian Program TV Bergenre Reality Show Pada “86” Net Tv dan “The Police” Trans 7 Ditinjau dari Format Acara, Editing, Audio, Tata Cahaya dan Pergerakan Kamera Periode 2020″ mencoba membedah persamaan dan perbedaan kedua objek tersebut. Objek penelitian “86” dan “The Police” merupakan salah satu contoh program mengekor hal ini dibuktikan pada acara TV “86” mengudara terlebih dahulu yaitu sejak

Judul : Teknik Komedi dalam Pengadeganan Cerita pada Film “Stip & Pensil”
Nama : Muhammad Adhitya Adji Pamungkas
Tahun Produksi : 2021

Abstrak

Film komedi menempatkan humor sebagai konten utamanya yang bertujuan untuk menghibur dan mengundang perhatian, serta menimbulkan ketertarikan bagi penontonnya, dengan adanya reaksi tertawa. Penelitian ini akan membahas tentang teknik komedi pada film “Stip & Pensil” . Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik komedi yang digunakan serta fungsi dari teknik komedi tersebut dalam pengadeganan cerita film “Stip & Pensil” . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik komedi pada penelitian film ini akan mengacu pada teori Arthur Asa Berger dengan empat kategori dasar, yakni language, logic, identity, dan action yang terdapat dalam dalam pengadeganan cerita film tersebut serta relasi antara teknik komedi dengan cerita dalam film. Penelitian ini menemukan dalam pengadeganan cerita film “Stip & Pensil” lebih banyak menggunakan teknik komedi kategori logic (58), diikuti dengan language (44), identity (29), dan paling sedikit action (15). Teknik komedi dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai pengemasan humor, tetapi juga sebagai pengenalan karakteristik tokoh, membangun konflik dalam cerita, hingga pembawa pesan untuk menampilkan kehidupan sosial dan masalah pendidikan yang terjadi pada masyarakat kelas bawah di ibu kota.

Judul : Representasi Perlawanan Kelas Melalui Tokoh pada Film Mary Poppins Return dengan Pendekatan Analisis Wacana Kritis
Nama : Januar Dhika Bagaskara
Tahun Produksi : 2021

Abstrak

Penelitian dengan judul Representasi Perlawanan Kelas Melalui Tokoh
Pada Film Mary Poppins Return Dengan Pendekatan Analisis Wacana Kritis ini
bertujuan untuk mengetahui representasi perlawanan kelas melalui tokoh dalam
dialog, adegan, properti dan setting yang terdapat dalam filmnya. Penelitian ini
menggunakan teori kelas yang digagas oleh Karl Marx.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data penelitian adalah per-scene dengan menggunakan teknik purposive sampling. Ditemukan 25 sample scene dari populasi sebanyak 86 scene, yaitu scene-scene yang hanya merepresentasikan perlawanan kelas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui 13 tokoh yang dipilih ditemukan 4 representasi perlawanan kelas yaitu kelas sosial yang dibagi menjadi dua; kapitalis yang direpresentasikan oleh Wilkins, Gooding dan Frye, sedangkan proletar terlihat pada keluarga Banks, Jack dan para Leeries, kaum kapitalis atau borjuis cenderung eksploitatif dan menindas, penggulingan atau perlawanan terhadap supremasi borjuis oleh kaum proletar, serta kesetaraan sosial semua ini ditinjau melalui dialog, pergerakan pemain dan materialisasi wacana yang terdapat dalam film Mary Poppins Return.
Kata kunci: Teori Kelas, Perlawanan, Mary Poppins Return, Analisis Wacana Kritis.

Judul : Pesan Moral Pada Tiga Tokoh Utama Penggerak Cerita Dalam Film Komedi “3 Idiots” (Melalui Pendekatan Analisis Wacana Kritis)
Nama : Mochammad Adha Buyung Pamungkas
Tahun Produksi : 2021

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi pesan moral
melalui tiga tokoh utama dalam film “3 Idiots” dengan menggunakan teori analisis
wacana Jager & Maier berupa praktik bahasa, praktik diskursif dan praktik nondiskursif.
Praktik bahasa diketahui melalui dialog, praktik diskursif dan nondiskursif
dianalisis menggunakan mise en scene melalui setting, properti, dan
pergerakan tokoh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Scene
dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan terpilih 32 scene
representatif. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif, yaitu sample
scene terpilih akan diklasifikasikan ke dalam tema pesan moral melalui analisis
dialog, setting, pergerakan pemain, dan properti. Hasil penelitian menunjukkan
tokoh Rancho, Raju, dan Farhan dalam film “3 idiots” terbukti menyampaikan
pesan moral dalam tiap scene terpilih. Pesan moral tesebut meliputi sikap jujur,
menjadi diri sendiri, bertanggung jawab, kemandirian, keberanian, kerendahan hati,
kritis, dan sikap keadilan. Ketiga tokoh utama menyampaikan pesan moral
menggunakan dialog, pergerakan tokoh, setting, dan properti.

Judul : Makna Ideologis Feminisme Liberal pada Tokoh Perempuan dalam Film Crazy Rich Asians
Nama : Sigit Rizky Ramadhan
Tahun Produksi : 2021

Abstrak

Penelitian yang berjudul Makna Ideologis Feminisme Liberal pada Tokoh Perempuan dalam Film Crazy Rich Asians ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna ideologis feminisme liberal yang dibangun melalui tokoh perempuan dalam film Crazy Rich Asians.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan membuktikan makna ideologis feminsime liberal pada tokoh-tokoh perempuan yang dilihat dari nilai-nilai feminisme liberal seperti perempuan bisa menentukan nasibnya sendiri, perempuan memiliki pendidikan yang setara, dan perempuan bisa berkarir di ranah publik.
Hasil peneliatan ini membuktikan bahwa terdapat makna ideologis feminsme liberal pada tokoh perempuan yang terlihat melalui tokoh Rachel Chu, Eleanor Young, Astrid Young, Peik Lin, Kerry Chu, Amanda Ling, Putri Intan, Jacqueline Ling dan Kitty Pong. Makna ideologi feminisme liberal tidak terlihat di semua tokoh perempuan, karena untuk melihat makna ideologi feminisme liberal harus dilihat peran tokoh tersebut di dalam sebuah cerita. Terdapat keterbatasan untuk menemukan makna jika tokoh tersebut tidak ikut dalam menggerakkan cerita. Meskipun demikian, terdapat tokoh yang tidak ikut menggerakkan cerita, tapi mampu dilihat makna ideologis feminisme liberalnya melalui dialog dan aksi di dalam cerita seperti pada tokoh Jacqueline Ling dan Kitty Pong.

Judul : Analisis Tata Rias dan Busana sebagai Penanda Ruang dan Waktu dalam Trilogi Back to The Future
Nama : Bernadeta Lillyana Konsis Optiani
Tahun Produksi : 2021

Abstrak

Tata rias dan busana berperan dalam menceritakan ruang dan waktu (Bordwell 20018:122) secara visual. Penataan rias dan busana merupakan salah satu elemen yang memberikan tanda visual pertama terhadap naratif sehingga penonton dapat memahami latar belakang ruang dan waktu, dimana karakter tersebut berada. Objek penelitian ini, Back to The Future, merupakan trilogi yang memiliki ide cerita mengenai perjalanan waktu. Dalam triloginya terdapat empat perpindahan ruang dan waktu, yaitu era 1885 (Old Wild West), 1955 (New Look), 1985 (New Wave), dan 2015 (masa depan saat itu). Perbedaan era atau ruang dan waktu mempengaruhi gaya busana tokoh, karena itu merupakan identitas karakternya. Maka, penataan rias dan busana pada trilogi Back to The Future sangat berperan dalam menandakan perbedaan ruang dan waktu, terlebih lagi karena trilogi ini menggunakan aktor dan aktris yang sama untuk cerita dengan periode waktu yang jauh tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan busana trilogi Back to The Future dalam menandakan perbedaan ruang dan waktu dan dikaji secara deskriptif kualitatif menggunakan referensi sejarah mode busana Amerika. Perbedaan ruang dan waktu secara tata rias dan busana dapat dipahami lewat penyajian tren mode dan make up special effect yang diaplikasikan pada tiap tokoh. Tren mode busana diperhatikan dengan jeli dan diterapkan sesuai dengan realita tren yang ada sehingga tercipta gambaran dan suasana yang logis dan nyata ketika karakter tersebut berada pada era tertentu. Sementara, special effect digunakan untuk memberikan realitas pada proses aging tiap karakter.

Judul : Analisis Angle Kamera Point of View dalam Membangun Penceritaan Terbatas pada Film “Searching”
Nama : Eka Nur Amsy Samtrimandasari
Tahun Produksi : 2021

Abstrak

Angle kamera point of view (POV) merupakan salah satu teknik pengambilan gambar yang digunakan untuk memperlihatkan suatu pandangan dari karakter tertentu. Tujuannya, agar penonton mampu merasakan atau melihat bagaimana sudut pandang suatu karakter dalam adegan film. Sehingga diharapkan penonton merasakan unsur dramatik sama seperti yang dialami oleh karakter tersebut. Penceritaan terbatas merupakan informasi cerita yang cenderung diperoleh dari salah satu subjek saja. Film Searching dominan menampilkan shot layar smartphone, laptop dan rekaman CCTV dari POV karakter tertentu. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendalami kekuatan angle kamera point of view (POV) dalam membangun penceritaan terbatas pada Film Searching.
Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Data penelitian diperoleh dari observasi yaitu membedah aspek naratifnya sehingga menemukan dimana letak penceritaan terbatas yang muncul. Selain itu juga mengamati teknik pengambilan angle kamera POV pada film. Proses deskriptif dalam penelitian ini yaitu dengan cara mendeskripsikan angle kamera POV yang muncul dalam scene. Kemudian menganalisis angle kamera POV dalam membangun penceritaan terbatas.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa angle kamera point of view (POV) membangun penceritaan terbatas pada Film Searching. Hal tersebut dapat dilihat melalui keterbatasan pandangan penonton yang cenderung memiliki pandangan yang sama dengan subjek tertentu. Sehingga informasi yang diperoleh penonton akan sama dengan subjek tersebut.