Seni dan Adaptasi

Catatan kuratorial oleh Gregorius Arya Dhipayana, M.Sn.

Dies natalis Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang ke-37 masih diselenggarakan dengan nuansa pandemi. Memasuki tahun ke-2 pada masa ini, mau tidak mau harus bangkit dan cepat beradaptasi dengan kondisi saat ini. Tema dies kali ini bertajuk “Kebangkitan Seni di Era New Normal” sebagai penyemangat bahwa selurh civitas akademika harus bangkit dan mau menghadapi kondisi ini dengan strategi yang baru. Tema ini kemudian diadaptasi Fakultas Seni Media Rekam yang turut menyemarakkan Dies ke 37 kali ini dengan sub tema, “Rebirth, Reform and Revival”. Tema ini memiliki semangat yang sama dengan tema besar yang diusung oleh ISI Yogyakarta, kembali lahir, terbentuk dan bangkit.

Hasil kuratorial karya dari prodi Film dan Televisi yang ikut serta menyemarakkan gelaran Dies Natalis ke 37 terbilang cukup beragam. Total ada 30 karya terpilih, baik karya dosen dan mahasiswa dari proses pembelajaran mata kuliah dokumenter, produksi film, etnografi tata kamera dan video seni. Karya-karya ini muncul pada masa pandemi, merespon situasi dan kondisi yang kemudian dibenturkan dengan proses kratif bercerita.

Karya Dosen muda Sazkia Noor Anggraini yang berjudul Age Of Remembrance yang bercerita pencarian Anggi tentang sejarah kakeknya yang sama sekali belum pernah ia temui dan hanya dia dengar dari orang tuanya, yang ternyata memiliki relasi sejarah Indonesia-Malaysia. Film yang diproduksi pada masa pandemi tentunya tidak mudah karena jauhnya narasumber dan kebijakan traveling pada waktu itu tidak menyurutkan proses kreatif untuk mendapatkan data dan bertemu dengan narasumber. Video Call atau bertemu secara online sebenarnya bukan sesuatu yang baru, namun hal ini menjadi menarik karena diadaptasi untuk satu bentuk kreatif yang berbeda dalam penyampaian fakta pada film ini. Begitu juga untuk film Melali Pandemi karya I Putu Gede Oka dari hasil mata kuliah dokumenter, melakukan pendekatan kreatif yang sama dan fakta-fakta tersusun secara menarik menggunakan foto-foto yang mampu menggambarkan kegelisahan pembuat secara personal. Karya tugas dokumenter yang terpilih juga menekankan pada permasalahan yang dekat dengan pembuatnya, sehingga bentuknya bisa menjadi sangat personal.

Pada karya Produksi Film Fiksi ada dua karya yang ditampilkan yaitu Odah oh Odah dan Ealah Mbah, yang secara proses produksi dilakukan secara berkelompok. Proses kreatif penciptaan pada film ini tentunya beradaptasi dengan protocol kesehatan yang harus dilaksanakan pada waktu pembuatan. Mematuhi protokol dan pembatasan kru ternyata tidak menyurutkan kreativitas mahasiswa untuk menghasilkan karya yang menarik untuk dinikmati. Karya-karya hasil tugas video seni juga menjadi satu bentuk yang menarik untuk diapresiasi, bagaimana keresahan, situasi mapun kondisi yang dirasakan saat ini disampaikan dengan bentuk dan kebebasan yang berbeda dari film pada umumnya. Secara kreatif ini mengasah mahasiswa untuk lebih peka menyampaikan dengan tanda-tanda kepada penikmatnya.

Rebirth, reform and revival menjadi pada dasarnya bukan sesuatu yang baru lagi dalam perjalanan proses berkesenian di prodi film dan televisi, namun ini adalah sesuatu yang harus terus dikembangkan dan diperbaharui. Bentuk penyajiannya juga bukan hal yang baru, namun dengan formula yang penyajian secara online menjadi kekuatan untuk dapat menjangkau penonton lebih luas, sehingga dapat dinikmati kapan saja, dimana saja dan dapat menggunakan Personal Komputer, Laptop maupun Handphone. Hal inilah yang harus selalu dijaga dan dikembangkan menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, bahwa media audio visual baik itu film ataupun video seni dapat dinikmati dengan penyajian yang berbeda-beda, sehingga dapat tercita keragaman dalam berkarya. Salam Budaya

Yogyakarta, Juni 2021


KARYA PAMERAN


The Age of Remembrance

Judul :  The Age of Remembrance
Nama : Sazkia Noor Anggraini
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Kisah dokumenter personal tentang lini masa kenangan dan pencarian seorang kakek dari kacamata cucu perempuannya. Sang kakek meninggal setelah menonton film propaganda Penumpasan Pengkhianatan G.30S/PKI setahun sebelum si cucu lahir. Buku yang pernah diterjemahkannya, buku-buku yang dibacanya, ingatan orang-orang tentangnya dan arsip yang ditemukan di negara tetangga mengungkapkan narasi relasi sejarah antara Indonesia dan Malaysia yang tidak pernah terungkapkan.


Jare Simbah

Judul :  Jare Simbah
Nama : Antonius J. Haryono
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Menceritakan tentang kisah simbah Somo yang sudah berumur lebih dari 90 tahun namun tetap ingin terus berjualan di pasar. Ide film ini muncul dari sebuah pertanyaan kenapa simbah saya masih semangat bekerja diusia yang setua itu dan apa yang simbah cari? Hingga saat ini, aktivitas keseharian simbah adalah membuat tempe untuk dijual dipasar dimana hampir seluruh proses pembuatan tempe tersebut dilakukan oleh simbah sendiri.


Rhythm of Saman

Judul :  Rhythm of Saman
Nama : Pius Rino Pungkiawan
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Saman Gayo Lues telah diajukan pemerintah Indonesia untuk dicatat dalam daftar warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak sejak tahun 2009. Pada tanggal 24 November 2011, UNESCO akhirnya juga menetapkan Saman sebagai warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak. Permasalahan tentang Saman memunculkan keprihatinan seorang musisi Rock bernama Joel Tampeng yang berasal dari Gayo. Lama hidup di Jogja dan dikenal sebagai seorang musisi gitaris Sirkus Barock Joel Tampeng ingin berkontribusi melindungi kebudayaan asalnya dengan keahliannya sebagai musisi hingga akhirnya menemukan konsep kolaborasi antara musik rock dan Saman bersama Gayagayo dengan komposisi “Rhythm of Saman”


Motorcycle Travelogue : Kopi Arabika Kaliangkrik

Judul :  Motorcycle Travelogue : Kopi Arabika Kaliangkrik
Nama : Latief Rakhman Hakim dan Widhi Nugroho
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Perjalanan tiga bikers pengendara motor menuju Dusun Pengkol, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang untuk mencari kopi arabika Kaliangkrik yang memiliki “notes” rasa beragam buah-buahan seperti “Rujak”. Perjalanan dimulai dari kota Jogjakarta hingga berakhir di Dusun Pengkol, Kaliangkrik. Kebun Kopi yang dikelola oleh keluarga Sasongko dan kelompok tani Mekar Lestari. Kopi arabika Kaliangkrik ini ditanam di lereng Gunung Sumbing oleh keluarga Sasongko dengan usaha dan kerja keras mereka.Akhirnya, komoditas kopi ini bisa menggantikan komoditas tembakau, sehingga mereka mengajak para petani kopi di daerahnya untuk mencoba menanam kopi. Saat ini, Kopi Arabika Kaliangkrik sudah banyak dikenal para penikmat kopi sebagai salah satu “Specialty Coffee” Indonesia.


Identity

Judul :  Identity
Nama : Alex Luthfi R
Tahun Produksi : 2021
Format : Video Art

Sinopsis

Aku bukan koruptor. Tapi kemudian siapa yang menjadi koruptor sesungguhnya. Atau kita memang sudah tidak mengenal diri kita.


Puzzle Island

Judul :  Puzzle Island
Nama : Nanang Rakhmat Hidayat
Tahun Produksi : 2021
Format : Video Art

Sinopsis

Menggunakan 5 pulau besar di indonesia untuk mengeksplorasi beragam bentuk dengan tujuan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai kepulauan indonesia


Gelang dengan Inisial D dan S

Judul :  Gelang dengan Inisial D dan S
Nama : Dyah Arum R
Tahun Produksi : 2021
Format : Naskah Fiksi

Sinopsis

Dewa dan Sukma adalah sepasang kekasih. Dikarekan suatu hal, akhirnya mereka berpisah dengan membawa kemarahan dan kebencian dari pihak Dewa. Selama 10 tahun mereka tidak bertemu, hingga akhirnya Dewa tahu bahwa selama ini, Sukma yang sudah membantu kesuksesan dirinya melalui ayahnya, yang di bantu oleh orang kepercayaan. Dewa merasa hidupnya dipermainkan, dia mengembalikan semua aset kekayaannya. Dewa pergi membawa kekecewaan kesuatu tempat, ke sebuah keluarga yang sering dia kunjungi. Di tempat itulah Dewa menemukan semua jawaban akan pengembaraan jiwa


Odah oh Odah

Judul :  Odah oh Odah
Nama : Anisa Berliana & Rizqy Halim
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Bu Odah, seorang pemilik toko kelontong yang hidup mewah mempunyai ambisi untuk melengkapi koleksi cincin berliannya. Dengan kelicikannya ia mencurangi uang kembalian dari para pelanggan hingga akhirnya Bu Ayu memulai konfrontasi dan menyulut api perlawanan. Akankah Bu Odah berhasil mendapatkan cincin berliannya ataukah rencananya akan digagalkan oleh Bu Ayu atau tetangga lainnya?


Ealah Mbah!

Judul :  Ealah Mbah!
Nama : Yusuf Zidan
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Suatu ketika Mbah Kimin yang hidup sendiri di desa berusaha mencari sinyal untuk menghubungi anaknya di kota, tetapi justru membuatnya jatuh ke dalam sumur dan meninggal. Hantu kakek pun gentayangan meminta bantuan untuk menemukan mayatnya. Suatu ketika, Doni bermain bola dan melihat hantu kakek namun ia justru berlari meninggalkan rumah. Pak RT dan Pak Firman kemudian memanggil dukun untuk mengecek rumah Mbah Kimin, namun dukun tersebut gadungan. Doni yang kembali untuk mengambil bola ternyata mampu berkomunikasi dengan hantu kakek. Mbah Kimin kemudian memberitahu Doni letak mayatnya. Setelah ditemukan, Mbah Kimin merasa senang ketika para warga mengadakan pengajian yang membuat anaknya untuk pulang.


Mblenjani

Judul :  Mblenjani
Nama : Putri Intan Renoningtias
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Bagas siswa sekolah dasar yang minta dibelikan smartphone dengan alasan untuk belajar online, orangtuanya bekerja keras untuk membelikanya smartphone tetapi setelah dibelikan malah disalahgunakan.


Nugas, Yuk!

Judul : Nugas, Yuk!
Nama : Mochammed Fadliawan
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Dewi sudah bersiap diri untuk mengerjakan tugasnya pagi itu. Alih-alih langsung mengerjakan tugasnya, Dewi lebih dulu melakukan swafoto dengan laptop serta tugasnya dan melakukan pencitraan dengan memposting fotonya ke media sosial miliknya. Baru sedikit tugas yang Ia kerjakan, fokusnya terganggu karena notifikasi handphonenya yang terus menyala. Dewi memeriksa handphonenya hingga keasyikan dan tidak tau waktu.


Macis

Judul : Macis
Nama : Muhamad Iqbal Tawaqal
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Dwi adalah seorang penjelajah, saat istirahat di sebuah batu ia mengeluarkan sebatang rokok lalu mencari koreknya, ia meraba kantongnya, membuka tasnya namun ia tak kunjung menemukannya. Dwi merenung sesaat, ia mendapatkan ide membuat api secara tradisional .ia mengambil dua buah batu, ia memukul mukul kedua batu tersebut. karna tak kunjung menyala, ia mencari cara lain. ia mencari sebuah ranting dan dahan untuk digesek. Cukup lama menekuni cara itu, akhirnya dari kayu tersebut mulai muncul asap, dan keluar api. ia membakar rokoknya dan duduk santai. Saat ia mengibas jaket, koreknya jatuh dari jaket tersebut. usaha yang ia lakukan seolah sia sia.


Dilema

Judul : Dilema
Nama : Muhammad Putra Alif
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Andi seorang mahasiwa film semester awal ditelepon teman kelas-nya Alep yang memberi tahu kalau tugas tata kamera terakhir dikumpul besok. Setelahnya, Mas Bayu juga menelpon untuk menawarkan Andi pekerjaan sebagai kameramen besok hari. Ditengah dilema, Andi memilih menjadi kameramen besok hari dan meninggalkan tugasnya


Menunggu

Judul : Menunggu
Nama : Muhammad Hafiz Fauzan
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Fiksi

Sinopsis

Fajar akan bertemu seorang wanita bernama Risa yang ia kenal di Instagram. Ia pergi ke sebuah taman untuk bertemu wanita tersebut. Fajar terlihat begitu senang karena akan bertemu dengannya. Ia menunggu sangat lama hingga larut sore dan sampai dia tertidur. Fajar kemudian terbangun dari tidurnya karena handphone-nya yang bunyi. Ternyata Risa membatalkan pertemuan tersebut. Hal itu membuat Fajar kesal dan kecewa.


Here, Now, Forever.

Judul :  Here, Now, Forever.
Nama : Alifah Rizki Amelia, Fachri Nito Muhammad, Farhan Rais Satria, Muhammad Andra Diantama
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Pernikahan Opi dan Oki yang baru saja dihadiri kebahagiaan dari kehadiran calon bayi pertama mereka membuat mereka banyak melakukan persiapan demi calon anaknya. Di sisi lain, Lilis dan Andra yang baru saja dikaruniai seorang anak ternyata harus menerima kenyataan bahwa sang anak mengalami gangguan penglihatan. Mereka pun berusaha melakukan apa yang perlu mereka lakukan demi kesembuhan sang anak. Di antara perjuangan mereka, sepasang suami istri lanjut usia menghabiskan waktu berdua dengan rasa rindu akan kedekatan atau kebersamaan dengan anak-anak mereka yang sudah besar dan telah mempunyai keluarga sendiri.


Nicky Hayden

Judul :  Nicky Hayden
Nama : Jae Khoirun Sirfefa
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Seorang atlet pembalap motor muda – Muhammad Nicky Hayden – yang dari kecil sudah menjadi atlet balap motor dan telah memenangi banyak kejuaraan hingga tingkat nasional. Namun dikarenakan perekonomian keluarganya yang sedang menurun, membuat Nicky harus membantu perekonomian keluarganya tersebut, dan mencari cara untuk tetap mempertahankan karirnya. Dengan optimis, ia sangat yakin untuk mendapat juara di 5 besar dalam perlombaan yang diikutinya. Namun, ternyata ia harus menghadapi banyak rintangan dalam balapan tersebut.


Gajah

Judul :  Gajah
Nama : Violita Surya Kantrin
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Gajah merupakan nama panggilan Annisa Findarty ketika masih kecil. Perjuangannya dari kecil diolok-olok oleh temanya hingga dijauhi orang yang ia sayang membuat mentalnya down dan membulatkan tekadnya untuk menurunkan berat badanya. Hingga akhirnya ia bisa membuktikan kepada semua orang ia berhasil menurunkan berat badanya.


Behind The Crime

Judul :  Behind The Crime
Nama : Lisa Nurholiza
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Edi, seorang lelaki paruh baya yang menjadi distributor biji kopi dan tertipu oleh penipu ulung asal Surabaya, namun, jusru Ia yang harus mendekam di penjara, kasus itu menjadi cerita akhir dari perjalanan hidupnya. Kisah dibalik kasusnya akan diceritakan kembali oleh orang-orang yang menjadi saksi hidup atas kasusnya.


Tergiring Gadget

Judul :  Tergiring Gadget
Nama : Awang Fikri Oktavianri
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Masyarakat semakin memanfaatkan perkembangan teknologi di masa pandemi Covid-19 untuk berbagai kondisi. Hal ini membuat orang-orang terutama dalam hal ini anak-anak akan lebih banyak waktunya berada di rumah. Oleh karena itu anak-anak tak jarang akan menjadi gabut dan membuatnya lebih dekat dengan yang namanya gadget. Fenomena ini meresahkan dan berbagai dampak yang ditimbulkan dapat menghantui.


Kapitalisme Siber

Judul :  Kapitalisme Siber
Nama : Indigo Gabriel Z.
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Penambangan mata uang kripto merupakan salah satu bentuk bisnis baru yang sangat populer. Selain karena resiko yang rendah, bisnis ini juga tidak memerlukan perencanaan kompleks jangka panjang. Cukup menyalakan komputer dan sesekali melakukan perbaikan alat. Bukan tanpa imbas, kepopulerannya menyebabkan harga komponen rakit komputer naik drastis. Pebisnis konglomerat datang dengan modal kuat, memonopoli pasar komponen komputer. Gamers PC yang menjadi mantan pemeran utama dalam ekosistem ini tidak tinggal diam.


Pahlawan Suci

Judul : Pahlawan Suci
Nama : Regita Andianti
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Keseharian tukang sampah komplek, sekaligus mewakili petugas kebersihan lainnya bekerja dekat dengan sampah. Dimana tempat pembuangan adalah tempat kuman, bakteri dan virus bertemu didalamnya. Dengan segala resiko dan kebijakan pemerintah, profesi ini menjadi salah satu yang sangat rentan dengan resiko terjangkitnya virus covid19 dan lainnya yang memungkinkan untuk bermutasi pada masa pandemi..


Melali Pandemi

Judul : Melali Pandemi
Nama : I Putu Gde Oka Widnyana
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Film Dokumenter “Melali Pandemi” memaparkan apa yang dialami oleh pekerja pariwisata yang terdampak virus corona di balil. Pemaparan tersebut dilakukan melalui 4 narasumber yang merupakan pengusaha dan perwakilan organisasi pekerja pariwisata. Para narasumber menjelaskan bagaimana mereka bertahan dan menghadapi masa pandemi Covid-19. Mulai dari penghasilan yang menjadi nol rupiah, berusaha mencari kerja sampingan, sampai pekerja yang harus tetap merawat properti atau fasilitas di tempat usaha mereka.


Daring

Judul : Daring
Nama : Selly Safila
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Sekolah daring membuat para siswa mendapat dampak yang cukup serius, para siswa mengaku mendapat lebih banyak dampak negatif. Dampak negatif inilah yang membuat para siswa tidak menyukai sistem sekolah daring karena sangat merugikan siswa, kurangnya pemahaman terhadap materi membuat siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas dan ujian. Penggunaan aplikasi digital dan kurang nya komunikasi dengan pengajar membuat siswa mau tidak mau harus beradaptasi dan bertahan selama pandemi dengan berbagai upaya hingga bisa kembali ke sekolah luring seperti sebelumnya.


Cerita Tentang Ibu

Judul : Cerita Tentang Ibu
Nama : Anisa Berliana
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Secuil kisah perjalanan seorang wanita yang mengambil keputusan berimbang untuk menjadi ibu dan seorang wanita karir, sebuah perjuangan untuk bangkit . Selamat berkenalan dengan ibu hebatku.


Beranjak Dewasa

Judul : Beranjak Dewasa
Nama : Melsa Herista
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Beranjak Dewasa merupakan film dokumenter yang menceritakan tentang kisah seorang anak muda yang mencari kebahagian dalam hidupnya dengan seiring berjalannya usia hingga ia dewasa


Spark Joy

Judul : Spark Joy
Nama : Kiffa Adams
Tahun Produksi : 2021
Format : Film Dokumenter

Sinopsis

Pernahkah keadaan rumah berantakan hingga tidak bisa mengatur kehidupan sehari-ini? Ini terjadi pada setiap manusia. Namun, setelah membersihkannya kembali berantakan. Terdapat sebuah metode bersih-bersih asal Jepang, KonMari mengklaim bahwa dengan membersihkan dan menata isi rumah merubah gaya hidup secara total. Apakah metode Marie Kondo ini memicu kehidupan yang bahagia?


Nom – Noman

Judul : Nom – Noman
Nama : Risang Panji Kumoro
Tahun Produksi : 2021
Format : Video Art

Sinopsis

Kisah perjalanan hidup manusia dari dalam kandungan sampai proses pendewasaan melalui berbagai tahapan yang termasuk di dalamnya adalah masa remaja. Pada masa ini, remaja masih membutuhkan bimbingan secara ekstra, karena mereka mulai berinteraksi dengan lingkungan luar dan sudah mulai mengenal baik buruk, asmara, dan banyak hal. Namun mereka belum bisa menentukan pilihan secara bijaksana, karena masih mudah terombang ambing oleh pilihannya. Sehingga mereka membutuhkan perhatian yang lebih. Di tahap ini seorang remaja haruslah dituntun dan diberi nasihat dari orang tua untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Pada usia remaja,kerap ditemukan perilaku berisiko yang bisa jadi mengarah ke tindakan kriminal.


Melihat Kembali (We Can’t do Anything About it)

Judul : Melihat Kembali (We Can’t do Anything About it)
Nama : Azalia Syahputri & Yusi Yuansa
Tahun Produksi : 2021
Format : Video Art

Sinopsis

Dua individu merespon apa yang dirasa pada hari ulang tahun mereka, namun tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mendistraksi diri di tengah pandemi global. Pada akhirnya mereka berusaha untuk merefleksi diri dan melihat kembali mengenai kehidupan yang sudah mereka jalani sebagai sebuah upaya dalam situasi serba tak tentu ini agar mereka tetap waras.


Pandemic

Judul : Pandemic
Nama : Raihan Wafi Ramadhan
Tahun Produksi : 2021
Format : Video Art

Sinopsis

Sebagai bentuk keluh kesah seseorang selama menjalani kehidupan berpandemi yang hanya bisa mengalah atau memendam keinginannya untuk saling bertemu dan mencari hiburan dari sebuah layar atau ruangan.

ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianSpanish