Konfir Kabo
Founder of Project Eleven

On behalf of Project Eleven, I am pleased to congratulate the organizers, curatorial team, and all participating artists for bringing this exhibition and program to life. It is a privilege to be part of a gathering that places art, technology, and human experience in the same space of reflection.

Project Eleven was established to support artistic practices that build connections—across disciplines, cultures, and ways of thinking. We see art not only as a form of expression, but as an active space where ideas, questions, and futures are negotiated.

We are currently living through a major shift in creative production. Artificial intelligence and digital systems are changing how images are made, circulated, and understood. These tools expand what is possible, but they also challenge us to reconsider what is meaningful.

In this context, the role of the artist becomes even more important. Not as someone who competes with technology, but as someone who gives direction to it—through sensitivity, critical thinking, and lived experience.

The central question is no longer whether we use these tools, but how we remain conscious while using them. What do we choose to express? What do we choose to resist? And what kind of human perspective do we want to preserve?

Project Eleven continues to support spaces where these questions can be explored openly through artistic practice. We believe exhibitions like this are not endpoints, but starting points for wider conversations.

To all participating artists, thank you for your work and your trust. To the audience, thank you for being part of this exchange—because art only exists fully when it is seen, felt, and questioned.

Let this exhibition be a space of curiosity, openness, and shared reflection.


Konfir Kabo
Pendiri Project Eleven

Atas nama Project Eleven, saya dengan senang hati menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara, tim kuratorial, dan seluruh seniman yang berpartisipasi atas terselenggaranya pameran dan program ini. Merupakan suatu kehormatan dapat menjadi bagian dari pertemuan yang menempatkan seni, teknologi, dan pengalaman manusia dalam satu ruang refleksi.

Project Eleven didirikan untuk mendukung praktik seni yang membangun koneksi—lintas disiplin, budaya, dan cara berpikir. Kami memandang seni bukan hanya sebagai bentuk ekspresi, tetapi sebagai ruang aktif tempat gagasan, pertanyaan, dan masa depan dinegosiasikan.

Kita sedang hidup dalam sebuah pergeseran besar dalam produksi kreatif. Kecerdasan buatan dan sistem digital mengubah cara gambar dibuat, disebarkan, dan dipahami. Teknologi ini memperluas kemungkinan, namun juga menantang kita untuk mempertanyakan kembali apa yang bermakna.

Dalam konteks ini, peran seniman menjadi semakin penting. Bukan sebagai pihak yang bersaing dengan teknologi, tetapi sebagai pihak yang memberi arah—melalui kepekaan, pemikiran kritis, dan pengalaman hidup.

Pertanyaan utamanya bukan lagi apakah kita menggunakan teknologi ini, tetapi bagaimana kita tetap sadar saat menggunakannya. Apa yang kita pilih untuk disampaikan? Apa yang kita pilih untuk ditolak? Dan perspektif kemanusiaan seperti apa yang ingin kita pertahankan?

Project Eleven terus mendukung ruang-ruang di mana pertanyaan-pertanyaan ini dapat dieksplorasi secara terbuka melalui praktik seni. Kami percaya pameran seperti ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal bagi percakapan yang lebih luas.

Kepada seluruh seniman peserta, terima kasih atas karya dan kepercayaan Anda. Kepada para penonton, terima kasih telah menjadi bagian dari pertukaran ini—karena seni hanya benar-benar hidup ketika ia dilihat, dirasakan, dan dipertanyakan.

Semoga pameran ini menjadi ruang bagi rasa ingin tahu, keterbukaan, dan refleksi bersama.