KARYA KOLEGA LUAR NEGERI

Judul: Watches and wondes – Geneva
Karya: Vincent Albert
Deskripsi:
Illustration for The not-to-be-missed annual watchmaking event returns to Geneva from 14 to 20 April 2026. The Salon will open its doors to the public for three days, from 18 to 20 April, accompanied by a full week of animations in the city center. With 66 prestigious brands including Audemars Piguet, the renowned manufacturer from Le Brassus, alongside ten other new names, will welcome and delight visitors of all ages and backgrounds.
KARYA KOLEGA DALAM NEGERI

Judul: Baroklinting Sang Pusaka
Karya: Alfi Zachkyelle, Nuria Indah Kurnia Dewi, Angelia Panjaitan
Deskripsi:
Sutradara: Alfi Zachkyelle
Penulis Skenario: Nuria Indah Kurnia Dewi
Koordinator Projek: Angelia Panjaitan
Sinopsis:
Ayah Vina dan Fia dipindahtugaskan ke Yogyakarta. Fia berusaha menerima tapi tidak dengan Vina. Ia merajuk dan mogok bicara sampai 3 hari. Hari ini mereka pergi ke Yogyakarta, untuk menghibur Vina dan Fia, ayah dan ibu sengaja mengajak mereka singgah ke Rawa Pening di Kabupaten Semarang. Di sana Vinadan Fia tersesat ke dimensi masa lalu dan bertemu dengan Baro dan Klinting, sosok yang berada di balik kisah terjadinya Rawa Pening. Pada kisah ini diceritakan Baro dan Klinting pergi ke desa untuk merebut kembali mata air yang dikuasai oleh Pathik dan Pathok. Vina dan Fia membantu dan menjadi saksi peristiwa terjadinya Rawa Pening.

KARYA DOSEN DAN MAHASISWA PRODI ANIMASI

Judul: Mural yang Hilang
Karya: Mahendradewa
Deskripsi:
Konsep Karya:
Karya drawing pencil ini dibuat atas dasar cerita sesungguhnya, yakni mendokumentasikan suatu karya seni yang apik. Karya seni tersebut dibuat karena melihat adanya gedung gedung mangkrak selama bertahun tahun dan seakan akan tidak terurus, ada beberapa dinding kosong yang memang akan sangat menarik apa bila di beri sentuhan seni yakni lukisan.

Judul: Ramayanarupa Rahwana Pratikara Rama
Karya: Akhmad Syaiful Anwar
Deskripsi:
Salah satu scene pertarungan Rahwana melawan Rama untuk merebut kembali Sinta yang sebelumnya diculik, scene ini merupakan salah satu adegan diaplikasi VR Ramayanarupa.

Judul: Meet The King
Karya: Shafa Salsabila
Deskripsi:
Something that has never been seen, the owner of the place.

Judul: Smoke Break
Karya: Trimedi Kencana
Deskripsi:
Surrealism.

Judul: Mr. Sandman
Karya: Dimas Alfan
Deskripsi:
Perasaan mencintai diri sendiri,mengisi kekosongan dalam pikiran,dan menghidupkan perasaan yang sudah lama mati.

Judul: Fan Meeting
Karya: Ninda Zahrani Pashadana
Deskripsi:
Di dunia ini, setiap lokomotif memiliki robot yang mengendarai tiap lokomotif. Seorang railfan muda yang sangat menyukai E 10 60, atau biasa disebut “Mak Itam” tidak hanya ingin melihat lokomotif gagah dan hitam legam itu dengan lebih dekat, tapi juga ingin bertemu dengan pengendaranya. Diesel pembantu Mak Itam, BB303, membantu anak yang malu-malu tersebut mendekat ke benda sejarah Sawahlunto itu.

Judul: Samudramanthana
Karya: Rahmat Aditya Warman, Wahid Nurcahyono, Samuel Gandang Gunanto, Rita Kemalasari, Radityo Krishartanto
Deskripsi:
Sinopsis: Para Sura berunding di puncak Mahameruparwata untuk mendapatkan Amarta. Wishnu menganjurkan, agar mereka mengaduk Samudra. Mereka pun bersepakat, maka persiapan pun dilakukan. Mahameruparwata pun lalu dicabut dan ditempatkan di Samudra; supaya gunung itu tidak tenggelam ketika dilakukan pengadukan, maka Sang Akupa diminta menjadi penyangganya dan Indra dijadikan penekan di puncaknya, agar gunung itu tidak melesat ke atas. Basuki dijadikan tali yang melilit untuk memutar Samudra dengan gunung itu. Para Sura memegang ekor Basuki dan para Asura menggerakkan tali di bagian kepala Basuki.
Pengadukan pun segera dimulai; terjadilah keriuhan di sekitarnya; banyak pohon bertumbangan dan hewan-hewan di daratan dan lautan menjadi korban. Oleh karena telah lama pengadukan itu, Basuki pun menjadi panas dan mengeluarkan api, yang membakar muka para Asura, sehingga wajahnya berubah menjadi menakutkan. Akhirnya dari puncak Mahameruparwata keluarlah kuda Ucchaihsrawa, diikuti oleh Sri, Laksmi, Kustubhamani; mereka mendekati para Sura. Setelah itu keluarlah Dhanwatari, yang menggendong Swetakamandalu, ia mendekati para Asura. Di dalam tempayan itulah terdapat Amrta dan para Asura merasa bahwa Amrta menjadi hak milik mereka. Para Sura berusaha merebutnya. Wishnu menyamar sebagai seorang putri dan berhasil memperoleh Amrta. Mengetahui bahwa ditipu oleh Wishnu, para Asura pun marah dan berusaha kembali merebut Amrta. Terjadilah peperangan antara Sura dan Asura; para Asura dikalahkan dan mereka kembali ke Bhuhloka. Para Sura kemudian meminum Amrta; pada waktu itu ada Asura yang menyamar sebagai Sura ikut minum Amrta, tetapi penyamaran itu diketahui oleh Surya dan Candra dan dilaporkan pada Wishnu. Dewa itu pun segera bertindak; Asura yang bernama Rahu pun dipanah dengan Cakra dan lehernya pun terpotong, tetapi karena telah minum Amrta, maka kepalanya pun mengancam akan selalu memakan Surya dan Candra, sehingga dikenal dengan Gerhana hingga masa kini.”


Judul: Dunia Besar di Dalam Kamar Kecilku
Karya: Fawzyathar Bintang Irawan
Deskripsi:
Dahulu aku sering bertanya,
“Dunia yang besar itu seperti apa?”
“Dunia yang penuh dengan imajinasi itu seperti apa?”
“Dunia yang dipenuhi dengan keseruan itu seperti apa?”
Semua itu hanya bisa kutanyakan pada mainan-mainanku yang kuanggap layaknya teman-temanku sendiri. Papah dan Mamah sering sekali pergi keluar, dan ruangan ini tidaklah besar, namun aku bahagia dengan kehadiran “mereka” didalamnya.
Aku bisa merasakan bagaimana rasanya terbang tinggi menjulang langit, atau merasakan bagaimana serunya bermain kejar-kejaran di angkasa.
Semua itu hanyalah salah satu serpihan dari memoriku di masa lalu. Kenangan yang beku di dalam fragmen waktu. Menunggu ada yang bertanya, bagaimana aku bisa melewati kesendirianku dulu.
Beberapa orang mungkin menganggapku gila, tapi setidaknya aku bahagia. Di dalam kamar kecilku ini, aku menemukan semesta di dalam dunia besar yang ku Lukis Bersama teman-temanku yang setia.

Judul: Frostopia: a glimpse of warmth
Karya: Eduardus Galih Asmoro
Deskripsi:
Katanya disini tempat paling bahagia, tempat dimana keluarga berkumpul untuk berbagi kehangatan. Namun apakah sekarang perasaan hangat itu masih terasa sama lagi?

Judul: The Tech Pirate
Karya: Jaguar Benefito
Deskripsi:
The Tech Pirate menyembunyikan harta bendanya setelah
menghadapi pertempuran hebat di tengah samudera.

Judul: Amar Fatoni
Karya: Luminous Veis
Deskripsi:
Karya ilustrasi ini mengadaptasi film saya bersama tim Mobius Production dalam versi alternate universe. Di ilustrasi ini, Vatika hadir seolah berada di dunia paralel, di mana ia tumbuh dewasa, tegar dan lembut sekaligus, menemukan kedamaian dan penerimaan dalam dirinya sendiri. Di tengah lautan bunga putih yang bergetar lembut oleh cahaya malam, setiap kelopak seakan membisikkan perjalanan batin, pengakuan akan masa lalu, penyembuhan dari luka, dan ketenangan yang lahir dari dalam. Cahaya yang menyelimuti bukan sekadar memantulkan keindahan visual tetapi menegaskan atmosfer damai dan hangat, menghadirkan kesan sasana spiritual yang memberi ruang bagi pertumbuhan, kedewasaan, dan harmoni batin.

Judul: Panji Tales Scene Test
Karya: Tegar Andito
Deskripsi:
Uji adegan karakter dan properti untuk proyek game ‘Panji Tales.’ Karakter dan properti dirancang dalam gaya pixel art. Tokoh yang muncul dalam uji adegan ini adalah Raden Inu Kertapati, Dewi Sekartaji, Jurudeh, Prasanta, dan Prabu Lembuamiluhur. Untuk properti, terdapat bangunan suci untuk patung Ganesha, pohon aren, pohon pinang, tanaman pandan laut, pohon sukun, pohon glodokan, dan tanaman bunga bakung. Semua tokoh dan properti diambil dari relief Candi Penataran. Adegan ini dikerjakan dalam bidang gambar 400×300 pixel.

Judul: Chainsaw splash
Karya: Rafi Pratama
Deskripsi:
Chainsawman naik hiu

Judul: Punten Pampir!
Karya: Aqila Nashwadia Danishadarmanegara
Deskripsi:
Seorang anak yang bertemu sosok vampir di suatu daerah dataran tinggi jawa barat

Judul: Super Four 3D Transformation
Karya: Tanto Harthoko
Deskripsi:
Karya ilustrasi digital berjudul “Super Four 3D Transformation” menampilkan proses perubahan tiga karakter utama dari bentuk dua dimensi (2D) ke bentuk tiga dimensi (3D). Ilustrasi digital ini menonjolkan dinamika transformasi visual melalui permainan cahaya, tekstur, dan kedalaman ruang yang menggambarkan evolusi gaya desain karakter menuju tampilan yang lebih realistis. Karya ini juga merepresentasikan perkembangan teknologi serta adaptasi estetika klasik ke dalam dunia digital modern, yang menegaskan bahwa transformasi visual bukan hanya perubahan bentuk, tetapi juga perluasan makna dan pengalaman visual.

Judul: Disain Karakter Pak Cupet
Karya: Lucia Ratnaningdyah Setyowati, Tanto Harthoko, Mahendradewa Suminto
Deskripsi:
Karya ini menampilkan desain karakter Pak Cupet,
Disain karakter dalam serial film animasi dak komik pak Cupet.
Pak Cupet merupakan sosok petani lugu yang menjadi pusat narasi dalam rangkaian kisah kehidupan sederhana di pedesaan. Visual karakter ditampilkan melalui dua pendekatan artistik: ilustrasi dua dimensi yang bergaya kartun sederhana, serta model tiga dimensi dengan tingkat realisme tinggi. Perpaduan dua gaya ini dimaksudkan untuk menunjukkan transformasi visual dari bentuk konseptual ke bentuk representatif yang lebih hidup.
Pak Cupet digambarkan sebagai figur yang polos namun penuh makna. Dalam kesehariannya, ia menghadapi berbagai peristiwa hidup dengan kesederhanaan, kejujuran, dan ketulusan. Keluguan Pak Cupet dan keluarganya dalam menyikapi situasi kadang mengundang senyum, namun di sisi lain mengandung pesan reflektif tentang nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan hidup.
Melalui karya ini, seniman berupaya menyoroti keindahan dalam kesederhanaan serta menghadirkan potret kehidupan rakyat kecil yang apa adanya, tanpa pretensi. Narasi Pak Cupet dikemas secara ringan, jenaka, namun juga menyimpan lapisan ironi dan satire sosial yang halus—mengajak penonton untuk menafsirkan kembali makna keseharian dalam kehidupan modern.

Judul: Rythm of The Night
Karya: Nuria Indah Kurnia Dewi
Deskripsi:
“Rhythm of the Night” merupakan bentuk ilustrasi sekuensial yang dihadirkan sebagai eksplorasi visual non-naratif yang tidak bergantung pada teks, dialog. Setiap gambar berdiri sendiri sebagai unit visual yang utuh, namun saling terhubung melalui transisi waktu dan perubahan gestur karakter. Melalui pergeseran suasana dan gerak karakter, karya ini menyampaikan pesan tentang keheningan yang hidup di balik momen-momen sederhana malam hari yang membentuk ritme tersendiri.

Judul: Serupa Tapi tak Sama
Karya: Rita Kemalasari
Deskripsi:
Karya ini adalah eksplorasi visual tentang dualisme identitas. Dua karakter Komodo cilik “Koko dan Momo” menampilkan kemiripan yang nyata (serupa): mereka memiliki sisik, ekor, dan berlatar belakang habitat alami mereka, Taman Nasional Komodo. Namun, mereka juga menampilkan perbedaan yang mencolok (tak sama): pakaian streetwear yang mereka kenakan secara radikal memisahkan mereka dari satwa liar, menciptakan fiksi Komodo yang mencoba berasimilasi dengan gaya hidup manusia modern. Kontras ini adalah inti dari pesan: kita semua adalah bagian dari alam, tetapi dipengaruhi dan diubah oleh budaya yang kita adopsi.

Judul: Pitaloka: Revenge of Bubat
Karya: Nurhadi
Deskripsi:
Karya ini menampilkan interpretasi visual tokoh Dyah Pitaloka Citraresmi, putri kerajaan Sunda Galuh Pakuan, dalam versi fantasi sejarah di mana ia tidak gugur dalam Perang Bubat, tetapi selamat dan bangkit sebagai pejuang kehormatan bangsanya. Desain karakter ini memadukan elemen budaya Sunda dan Majapahit — terlihat dari makuta (mahkota) dengan motif awan dan bunga teratai, pakaian kerajaan berlapis armor emas, serta senjata pusaka Kujang Wesi Aji yang melambangkan kekuatan spiritual dan kebijaksanaan.
Wajah Dyah digambarkan lembut namun tegas, dengan sorot mata yang menyiratkan konflik batin antara cinta dan sumpah leluhur. Latar belakang lembut dengan dedaunan yang berterbangan menggambarkan momen peralihan antara damai dan perlawanan.
Karya ini merupakan bagian dari riset visual bertema “Sejarah Alternatif Nusantara”, yang mengangkat sosok-sosok perempuan dalam sejarah sebagai figur aktif, bijak, dan berdaya.

Judul: Illustration Cover Majalah Vartasarasvati vol 1
Karya: Ika Yulianti
Deskripsi:
Karya ini adalah ilustrasi cover majalah Vartasarasvati vol 1, dengan inspirasi Dewi Saraswati dari logo ISI Yogyakarta. Pada ilustrasi ini tampak Dewi Saraswati sedang menggapai penghargaan dengan lambang cahaya yang terang dan menjadi kebanggaan civitas ISI Yogyakarta.
PAMERAN VIRTUAL
FAKULTAS SENI MEDIA REKAM

